Lapor SPT eFiling Gagal Begini Solusinya

Solusi Lapor SPT Online eFilling

Solusi gagal lapor spt efiling

Lapor SPT secara online melalui efiling adalah suatu kemudahan yang kita dapatkan sebagai wajib pajak untuk memenuhi kewajiban perpajakan kita, dengan adanya efiling ini efisiensi waktu adalah keuntungan yang memang telah kita dapatkan ditengah jaman yang menuntut kita untuk bergerak cepat dengan mobilitas tinggi. Walaupun kita sudah bisa melaporkan SPT secara online melalui efiling adakalanya juga sistem mengalami maintenance yang kadang juga membuat kita jengkel tanpa sebab karena tidak tau apa yang harus dilakukan. Oke kali ini kami akan ulas mengenai serba-serbi gangguan pada efiling yang harus diketahui dan bagaimana solusinya. So Check this out

Efiling Error

  1. Bagi Wajib Pajak yang gagal membuka menu e-filing dan tetap di halaman DJPOnline, mohon cek apakah nomor telepon pada Profil sudah terisi. Bila sudah terisi, silakan ubah nomor telepon pada Profil dengan awalan 62 (kode negara indonesia) . Bila sudah menggunakan awalan 62, silakan ubah ke awalan 0, klik ubah Profil, ubah lagi ke awalan 62 lalu klik ubah profil lagi. Setelah itu silakan coba akses kembali.
  2. Untuk Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) yang mengisi formulir SPT 1770 S mohon melengkapi pengisian:
    ● Lampiran I Bagian C: Daftar Pemotongan/Pemungutan PPh Oleh Pihak Lain dan PPh Yang Ditanggung Pemerintah, dan;
    ● Lampiran II Bagian B: Harta Pada Akhir Tahun.
    Notifikasi error akan muncul saat WP meminta kode verifikasi pengiriman SPT jika WP belum mengisi seluruh kolom pada kedua bagian di atas secara lengkap.
  3. Jika saat akan mengirim SPT muncul pesan error ‘BPS SPT sebelumnya belum ada’, hal tersebut dikarenakan adanya SPT dengan jenis, tahun pajak, dan nomor pembetulan yang sama, telah dibuat sebelumnya namun belum terkirim. Untuk itu silakan Saudara/i mengecek menu ‘Kirim SPT’. Selanjutnya silakan rekan menghapus seluruh konsep SPT yang belum terkirim tersebut dan membuat ulang SPT dari awal. Solusi ini juga berlaku untuk WP yang mendapatkan pesan error ‘Kode Pembetulan sudah digunakan untuk jenis formulir SPT yang lain’.
  4. Bagi WP yang mendapatkan pesan error Object Object saat akan menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 21, SPT Masa PPh Pasal 4 ayat (2), dan/atau SPT Masa PPN (baik untuk SPT Normal maupun SPT Pembetulan), mohon pastikan bahwa anda telah menggunakan aplikasi e-SPT versi terbaru dan anda tidak mengubah nama file csv. Jika masalah yang sama masih tetap muncul, silakan anda menyampaikan file csv dan kelengkapan dokumen SPT ke KPP terdaftar (penyampaian SPT langsung ke KPP).
  5. Bagi WP Orang Pribadi yang sudah mengisi SPT Formulir 1770 S secara lengkap, namun belum mendapat kode verifikasi (nomor token), silakan anda mengecek menu Kirim SPT. Selanjutnya Saudara/i dapat melakukan pengiriman SPT menggunakan pilihan Action yang tersedia. Pastikan data SPT yang anda isikan sudah benar sebelum anda melakukan pengiriman SPT.
  6. Bagi WP yang mendapatkan pesan error 403, hal ini muncul karena dulu WP-nya berstatus DPO. Silakan coba clear cache browser lalu coba kembali, atau coba ganti browser atau ganti PC lain.
  7. Bagi WP yang mendapatkan pesan error 405, hal ini muncul bila WP-nya dalam status DPO. Silakan hubungi AR atau Juru Sita atau Petugas Pemeriksa Pajak (Fungsional atau P3). Error ini juga bisa disebabkan perbedaan KLU dengan Jenis Wajib Pajak, misal KLU-nya karyawan swasta tetapi jenis wajib pajaknya Badan.
  8. Kondisi error Status Code 0, hal ini biasanya dikarenakan oleh:
    • Daftar harta belum diisi
    • Daftar harta diisi tetapi ada yang bernilai 0
    • Keterangan pada daftar harta belum diisi
    • NIK pada daftar keluarga belum diisi
    • Atau data lain yang seharusnya diisi tetapi belum terisi, misal nama pemotong/pemungut pada daftar bukti potong yang gagal keluar karena masalah jaringan pada client, atau tanggal lunas di induk yang perlu diisi manual setelah mengisi daftar SSP/NTPN yang telah dibayarkan.
  9. Bagi Wajib Pajak mendapatkan pesan error Status Code 0, dapat melakukan langkah berikut:
    a. Ganti browser, dan lakukan clear cache.
    b. Mohon mengisi daftar harta secara lengkap dan pastikan tidak ada kolom isian yang kosong.
    c. Pastikan bahwa pilihan hak akses e-Billing pada Profil telah diberi check mark.
    d. Pastikan bahwa data isian nomor telepon pada Profil telah di-input dengan kode negara, yaitu nomor telepon dengan awalan 62. Contoh pengisian yaitu 628131234567.
    e. Gunakan browser dengan mode private/incognito, caranya klik setting > New Incognito Window atau gunakan kombinasi tombol Ctrl+Shift+N.
    f. Untuk pelayanan pengisian e-Filing di KPP, disarankan menggunakan laman DJPOnline Intranet pada alamat https://djponline.
    g. Bila masih menemui kendala, silakan simpan SPT hingga membentuk draft, logout, lalu coba login kembali dan lengkapi draft SPT yang tadi dibuat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*